alh4mzah@gmail.com
Deli Serdang - Sumatera Utara

EL-HAMZAH

‘Penampakan Aneh’ di Sebuah Masjid
Home » Artikel  »  ‘Penampakan Aneh’ di Sebuah Masjid
‘Penampakan Aneh’ di Sebuah Masjid
"Allahu Akbar... Allahu Akbar". suara adzan berkumandang.
Aku pun beranjak dari tempat duduk dan berwudhu' kemudian bergegas pergi ke masjid.
Namun, hari ini, entah kenapa aku melangkahkan kaki ke sebuah masjid yang tidak biasanya aku shalat di situ, akupun shalat tahiyatul masjid dan sunnah rawatib. Kami pun menunaikan shalat dengan khusyu’.
Ketika selesai shalat, ku lihat sekeliling masjid, dan aku melihat sebuah ‘penampakan aneh’ sesuatu yang asing pada zaman ini.
Aku melihat para jama’ah ‘sibuk’ berdzikir, memuji Allah, membaca Al-Quran dan ibadah-ibadah sunnah lainnya.
Sangat berbeda sekali di masjid yang biasa aku shalat, di masjid itu, sering akau melihat ketika selesai shalat, para jama’ah sibuk dengan gadget mereka, setelah salam langsung merogoh kantong dan mengeluarkan gadgetnya, apakah membaca pesan, penasaran dengan getaran selama shalat, atau hanya sekedar mengecek notif.
Itulah yang terjadi di beberapa masjid yang biasa aku shalat di situ.
Namun, kali ini aku tertegun dan terharu melihat ‘penampakan’ tersebut, aku penasaran dengan hal tersebut, dan setelah aku perhatikan lagi, ternyata para jama’ah masjid tersebut kebanyakan orangtua, bapak-bapak. Masya Allah.
Yah, jama’ahnya para orangtua, adapaun di masjid yang sibuk dengan gadget, kebanyakan jama’ahnya merupakan anak muda.
Ironis sekali, sangat disayangkan, seandainya kita mengecek dosa-dosa sebagaimana kita mengecek notif-notif di gadget kita.
Alangkah baiknya, jika bacaan al-Quran kita sebanyak kita membuka gadget kita.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
العادة تمنع أن يقرأ قوم كتاباً في فن من العلم، كالطب والحساب، ولايستشْرِحوه، فكيف بكلام الله الذي هو عصمتهم، وبه نجاتهم وسعادتهم، وقيام دينهم ودنياهم.
“Adat kebiasaan manusia menolak jika ada sekelompok orang yang membaca suatu buku dalam disiplin ilmu tertentu, seperti kedokteran dan matematika, namun mereka tidak ingin mengetahui makna/maksudnya, (jika demikian kenyataannya), bagaimana dengan kalamullah yang menjadi penyebab tercegahnya seseorang dari kebinasaan, penyebab kesuksesan, kebahagiaan mereka dan penyebab tegaknya urusan agama serta dunia mereka.
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ
Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga ditanyakan tentang (4 perkara:)
(Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa.
(Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak.
(Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan.
(Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.”
(HR Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya dan Tirmidzi rahimahullah mengatakan hadits ini hasan shahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi rahimahullah di dalam Sunan-nya, dan lainnya. Ada juga diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam kitabnya, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah.)

Leave a Reply

Your email address will not be published.