alh4mzah@gmail.com
Deli Serdang - Sumatera Utara

EL-HAMZAH

Allah Lah Yang Menetapkan Harga Pasar (Menaikkan Dan Menurunkan Harga Pasar)
Home » Artikel  »  Allah Lah Yang Menetapkan Harga Pasar (Menaikkan Dan Menurunkan Harga Pasar)
Allah Lah Yang Menetapkan Harga Pasar (Menaikkan Dan Menurunkan Harga Pasar)

al-Imaam Ahmad bin Hanbal, al-Imaam Abu Dawud, al-Imaam at-Tirmidzi, al-Imaam Ibnu Majah, dan al-Imaam Ibnu Hibban rahimahumullah meriwayatkan, bahwa Anas bin Malik radhiallahu anhu mengisahkan:

غلا السعر بالمدينة على عهد رسول الله عليه الصلاة و السلام فقال الناس: يا رسول الله، غلا السعر، فسعر لنا، فقال رسول الله عليه الصلاة و السلام إن الله هو المسعر، القابض، الباسط، الرازق، و إني لأرجو أن ألقى الله تعالى و ليس أحد من يطلبني بمظلمة في دم و لا مال

Artinya:
"Terjadi kenaikan harga pasar di kota madinah, di zaman Rasulullah 'alaihi ash-Sholaatu wa as-Salaam, maka orang-orang pun mengatakan: "yaa rasuulullah, harga-harga naik, tetapkan suatu harga bagi kami", maka Rasuulullah 'alaihi ash-Sholaatu wa as-Salaam pun mengatakan: "sesungguhnya Allah itu adalah al-musa''ir (menaikan dan menurunkan harga), al-Qaabid, al-Baasith, ar-Raaziq, dan sesungguhnya aku, benar benar berharap bertemu dengan Allah Ta'aala, dan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutkan karena kezaliman pada darah dan harta"

Maka lihatlah, di sini, rasulullah dengan jelas mengatakan bahwa Allah lah yang menetapkan harga, bahwa Allah lah yang menaikkam dan menurunkan, bahwa semua kejadian ini, naik turunya harga, maka itu adalah sebuah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Ta'alaa, maka jangan lah sampai kita menolak, membenci, marah, tidak suka, cemberut, tidak meridhai kenaikan harga ini, karena sekali lagi, bahwa kenaikan harga ini, naik dan turunnya harga ini yang mengaturnya adalah Allah Ta'alaa

Di dalam kitab fathu dzi al-jalaal wa al-ikraam, asy-Syeikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah mengatakan:

هو الذي بيده الأمر إن شاء تعالى أغلى السعر و إن شاء أرخص السعر، كيف ذلك، لأن سبب الغلاء إما زيادة في نمو الناس، و إما نقص في المحصول و إما جشع و طمع، و كل ذلك بيد الله تعالى الزيادة في النمو بيد الله، و كذلك أيضا النقص في المحصول و الزيادة فيه بيد الله، و معلوم أنه إذا نقص المحصول زاد السعر، أو يكون من باب الطمع و الجشع، و هذا أيضا بيد الله، لأن الطمع و الجشع من فعل الإنسان، و الله تعالى خالق الإنسان و خالق لفعله، و لهذا قال النبي عليه الصلاة و السلام "إن الله هو المسعر" لأنه هو الذي يفعل أسباب الزيادة و أسباب النقص

Artinya:
"Allah lah yang ditangannya segala perkara, jika Allah menghendaki, Allah akan naikkan harga, dan jika Allah menghendaki, Allah lah yang menurunkan harga, bagaimana hal itu bisa terjadi, karena sebab kenaikan harga adalah tingginya permintaan manusia, atau sedikitnya stock barang, atau adanya sifat rakus dan tamak, dan semua itu berada di tangan Allah, tingginya permintaan itu di tangan Allah, begitu juga sedikitnya stock barang dan banyaknya stock barang di tangan Allah, dan telah kita ketahui bersama bahwa jika stock barang turun, maka harga akan naik, atau kenaikan terjadi karena sebab tamak dan rakus, dan ini juga berada di tangan Allah, karena rasa tamak dan rakus adalah dari perbuatan manusia, dan Allah lah yang menciptakan manusia dan perbuatan manusia, karena itulah Nabi 'alaihi ash-Sholaatu wa as-Salaam mengatakan: "sesungguhnya Allah adalah al-Musa''ir (yang menetapkan harga)" karena Allah lah yang menetapkan sebab sebab kenaikan dan turunya harga"

Maka lihatlah, dari perkataan asy-Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah di atas, kita bisa menyimpulkan 2 hal:

  • 3 sebab kenaikan harga, tingginya permintaan, berkurangnya stock barang, sifat tamak dan rakus
  • Allah lah yang menyebabkan 3 sebab di atas, Allah lah yang menyebabkan tingginya permintaan, Allah lah yang menyebabkan berkurangnya stock barang, Allah lah yang menyebab kan sifat tamak dan rakus pada manusia, karena Allah lah yang menciptakan manusia dan perbuatan manusia

Karena itu, sekali lagi, bahwa yang menetapkan harga barang di pasar, yang membuat naiknya harga barang di pasar, yang membuat turunya harga pasar bukan lah karena presiden kita tidak becus, atau bukanlah karena menteri menteri kita yang tidak becus atau bukanlah karena sebab sebab yang lain, tapi sebab yang hakiki yang menyebabkan harga barang naik dan turun adalah berdasarkan ketentuan dari Allah Ta'alaa, maka karena ini adalah ketentuan dari Allah, maka kita pun harus menerima ketentuan ini dengan lapang dada, dengan legowo, tanpa ada rasa benci kepada takdir Allah Taala

https://t.me/abuhaziimfadhiilassiantary

Leave a Reply

Your email address will not be published.